Beranda News Bamusi: Ceramah oleh Gus Bach "goreng" untuk kebijakan perjuangan

Bamusi: Ceramah oleh Gus Bach "goreng" untuk kebijakan perjuangan

Jakarta (ANTARA) – Organisasi bersayap Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menilai ada pihak yang sengaja “menggoreng” atau mendistorsi ceramah KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) karena kebijakan saling adu mulut dan bentrok antar sesama. nasionalis dan mahasiswa.

Sekjen PP Bamusi KH Nasyirul Falah Amru yang akrab disapa Gus Falah dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, menunjukkan bahwa ceramah Gus Bach secara komprehensif membahas sejarah gulat, dari tahun 1908 (Budi Utomo), lalu HOS Tjokroaminoto hingga Bung Karno dan kiai saat itu.

Ceramah Gus Bach jelas menunjukkan proses perjuangan, dimulai dari Budi Utomo. Embrio bangsa Indonesia yang kemudian diproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 merupakan kristalisasi dari perjuangan yang berkesinambungan,” kata Gus Falah.

Menurut Gus Falah, apa yang dikatakan Gus Bach tentang peran perjuangan kiai dan tokoh Islam selalu dikobarkan oleh Ketua Umum PDI-P Hjem Megawati Sukarnoputri dan perwakilan PDI-P lainnya.

Bahkan, lanjutnya, PDI-P Bamusi diberi misi khusus untuk menyampaikan sejarah di berbagai bidang sosialisasi dan pendidikan politik mengenai perjuangan kiai dengan Bang Karno dan pejuang lainnya.

“Dengan demikian, dalam hal pelayanan dan peran kiai, PDI-P berada di garis depan usulan dan memperjuangkan penetapan Hari Santri Nasional, yang tidak dapat dipisahkan dari Resolusi Jihad yang merupakan hasil istikharah” kiai saat itu dalam rangka perjuangan melawan penjajahan,” kata anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-P.

Gus Falah menjelaskan, kisah Bung Karno yang merupakan mahasiswa HS Tjokroaminoto, dan kebiasaan Bung Karno berkonsultasi dengan KH Hasim Asi’ari, harus menjadi contoh bagi generasi sekarang untuk menyadari bahwa bangsa ini didirikan dan dibangun di atas persatuan. …

Hal lain yang juga harus diketahui publik sebagai sejarah adalah komitmen perjuangan Banga Karno terhadap dunia Islam.

Misalnya, perannya dalam menemukan makam perawi hadits Imam Bukhari, memfungsikan kembali Masjid Biru di Rusia, mencegah penutupan kampus Al-Azhar di Kairo, dan mengirimkan Pohon Mindi untuk ditanam di Padang Arafah, yang sekarang dikenal sebagai Pohon Sukarno.

Bung Karno juga menunjukkan konsistensinya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan membantu perjuangan kemerdekaan Aljazair.

Oleh karena itu, Gus Falah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan terprovokasi oleh kebijakan saling adu mulut dengan “memanggang” ceramah Gus Bach yang tidak seluruhnya dikutip untuk memutarbalikkan cerita.

“Gus Bach adalah ulama yang ceramahnya sangat tenang, seperti gurunya, Almarhum KH Maemun Zubaer. Megawati dan PDI-P selalu bangga dengan kuliahnya karena dia menyatukan orang, ”jelas Gus Falah.

Hubungan dan persatuan kaum nasionalis dan santri, lanjut Gus Falah, yang kini konsisten melanjutkan PDI-P.

Seperti halnya Pilkada 2018 di Jawa Tengah, Megawati berkonsultasi secara khusus dengan Mbah Moen untuk menyetujui pencalonan putranya, K.H. Taj Yasina Maemuna, bersama Gandjar Pranovo.

“Padahal, seperti yang kita ketahui bersama, Mbah Moen dan Ibu Megawati juga sempat melakukan pertemuan khusus beberapa hari sebelum keberangkatan Mbah Moen untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun 2019 ini,” ujarnya.

Mengingat eratnya hubungan antara PDI-P dan Megawati dengan kiai dan santri, Gus Falah berharap publik merespon secara jelas upaya politik adu mulut dan provokasi yang menggunakan penggalan atau kutipan ceramah Gus Bach.

Artikulli paraprakAceh mulai memperkenalkan populasi vaksin COVID-19 merek Moderna
Artikulli tjetërAHY: Indonesia Gold 2045 Dapat Diwujudkan Dengan Adil Dan Sejahtera