Beranda News Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Bamsoet: Perlu penguatan ideologi dan nasionalisme bagi generasi muda

Generasi muda merupakan aset, potensi, dan investasi penting untuk melangkah maju di sepanjang jalur pembangunan peradaban.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR) Bambang Soesatyo menekankan pentingnya penguatan ideologi nasional dan sikap nasionalis terhadap generasi muda di tanah air.

“Tujuannya untuk menghindari generasi muda yang hanya pintar dan terampil, tetapi berwatak buruk dan tidak menyentuh akar budaya negaranya,” kata Bamset saat pengenalan kampus secara online bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya. secara tertulis…. Lamaran diterima di Jakarta, Senin.

Seiring dengan berjalannya waktu, tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin dinamis dan kompleks. Di satu sisi, modernitas dan kemajuan teknologi memberikan kemudahan dan efisiensi di segala bidang kehidupan.

Namun juga menimbulkan berbagai permasalahan bangsa yang muncul dengan dimensi yang berbeda-beda, antara lain melemahnya toleransi terhadap keberagaman, demoralisasi generasi muda, serta hilangnya jati diri dan karakter bangsa.

“Dalam kaitan ini, generasi muda tanah air, khususnya mahasiswa, harus mampu membangun benteng ideologis bagi diri sendiri dan rombongan,” ujarnya.

Presiden DPR RI ke-20 menyampaikan kesadarannya bahwa mengangkat topik ideologi dan nasionalisme kepada generasi muda tanah air, pada saat itu penting dan sangat penting.

Merujuk pada teori generasi yang dikemukakan oleh Graham Codrington dan Sue Grant-Marshall, Gen Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1996 dan 2010 dan biasa disebut dengan generasi Internet atau Generasi i.

“Karena DNA generasi ini dibekali dengan literasi teknologi, adaptasi dan inovasi merupakan aspek yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Namun kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi yang begitu pesat dan nyaris tanpa cela, juga berpotensi menyebabkan tersisihnya nilai-nilai kearifan lokal dan jati diri bangsa.

Oleh karena itu, penanaman pemahaman tentang jati diri bangsa pada generasi muda menjadi penting, karena kelompok-kelompok tersebut merupakan sumber daya manusia yang akan menjadi basis dinamisator dan penggerak pembangunan nasional.

“Di tangan generasi muda, wajah peradaban dan gambaran masa depan Indonesia akan ditentukan,” kata politisi Partai Golkar itu.

Sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya membutuhkan pengabdian kepada masyarakat, peran penguatan ideologi suatu bangsa merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai sakral dan fundamental.

Ia mengingatkan, penguatan ideologi dan semangat nasionalisme tidak bisa dilakukan secara instan, namun membutuhkan proses yang panjang dan dukungan dari para pemangku kepentingan.

Dalam konsep pembangunan nasional, generasi muda merupakan aset, potensi, dan investasi penting untuk maju menuju kemajuan peradaban.

Artikel sebelumyaPresiden Jokovi secara bertahap akan mencabut pembatasan kegiatan
Artikel berikutnyaSekelompok penyandang disabilitas mengaku kepada Gus Mukhaimin betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan