Beranda Warganet Balikpapan Penyebab Kasus COVID-19 Terbanyak di Kaltim

Balikpapan Penyebab Kasus COVID-19 Terbanyak di Kaltim

Samarinda (ANTARA) – Kota Balikpapan kembali menjadi penyumbang update harian kasus COVID-19 terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan tambahan 327 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishaq mengatakan, di wilayah Kaltim terdapat 1.540 kasus positif lagi pada Kamis.

Kasus positif tambahan terjadi di Berau: 158 kasus, Kutai Barat 230, Kutai Kartanegara 315, Kutai Timur 72, Mahakam Ulu 7, Paser 114, Penajam Paser Utara 73, Bontang 113 dan Samarinda 131 Andi Muhammad Ishaq di Samarinda.

Andi mengatakan ada 1.469 orang sembuh lagi dan Kota Samarinda memberikan kasus sembuh terbanyak dengan tambahan 416 kasus.

Penambahan kasus terdeteksi terjadi di Berau (141 kasus), Kutai Barat 72 kasus, Kutai Kartanegara 302 kasus, Mahakam Ulu 12 kasus, Paser 83 kasus, Penajam Paser Utara 47 kasus, Balikpapan 313 kasus, dan Bontang 83 kasus.

“Akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim sebanyak 113.483 kasus, dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 88.337 kasus,” kata Andi.

Andi menambahkan, jumlah kematian juga meningkat dengan jumlah yang cukup besar yaitu menjadi 85 kasus dengan rincian 8 kasus di Berau, 9 kasus di Kutai Barat, 12 kasus di Kutai Kartanegara, 7 kasus di Paser, di Penajam Paser Utara 1, di Balikpapan. 35 kasus, Bontang 5 kasus dan Samarinda 8 kasus.

“Jumlah pasien meninggal akibat COVID-19 sebanyak 3.202 orang,” tambah Andi.

Menurut Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur, hingga 29 Juli 2021, 21.944 pasien COVID-19 masih dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri.

Pasien tersebut tersebar di Balikpapan 7.350 orang, Kutai Kartanegara 3.593 orang, Bontang 2.234 orang, Samarinda 1.972 orang, dan Kutai Timur 1.940 orang.

Selain itu, di Kutai Barat – 1.673 orang, di Berau – 1.437 orang, di Panakham Utara, Paser – 702 orang, di Paser – 654 orang dan di Mahakam Ulu – 382 orang.

Artikel sebelumyaSAPDA Merilis Panduan Informasi Ramah Disabilitas
Artikel berikutnyaKKP menangkap satu kapal dan empat nelayan asal Myanmar di perairan Selat Malaka