Beranda Hukum Asops Satsiber TNI mengimbau masyarakat mewaspadai bentuk-bentuk cyberwarfare lainnya

Asops Satsiber TNI mengimbau masyarakat mewaspadai bentuk-bentuk cyberwarfare lainnya

Jakarta (ANTARA) – Asisten Operasional Pasukan Siber (Asops Satsiber), Kolonel Marinir (E) Danto Juliardi Viravan mengimbau masyarakat mewaspadai bentuk-bentuk perang siber lainnya seperti doktrin, perekrutan dan pelatihan anggota baru kelompok teroris melalui dunia maya.

“Masa pandemi COVID-19 secara umum telah mengubah mekanisme operasi teroris atau kelompok radikal, mengurangi kemampuan untuk bertatap muka, sehingga dunia maya digunakan untuk mempengaruhi masyarakat,” kata Danto Juliardi Viravan saat menjadi sumber daya manusia secara nasional webinar bertajuk “Kebangkitan. Literasi Digital Generasi Muda Indonesia Emas 2045” yang disiarkan langsung di kanal YouTube Program Riset Ketahanan Nasional UGM, dipantau dari Jakarta, Sabtu.

Dalam webinar yang sekaligus memperingati Hari Pemuda ke-93 itu, Danto menjelaskan bahwa mengubah mekanisme kerja merupakan bentuk lain dari perang siber, namun belum banyak yang mengetahuinya.

Cyberwar, lanjut Danto, adalah segala tindakan yang dilakukan di dunia maya, dengan sengaja, sistematis, terkoordinasi dan terfokus pada kedaulatan negara, keutuhan wilayah, kehormatan, keamanan nasional, bahkan keamanan nasional, termasuk kepentingan dan aset militer terkait. …

“Jadi ini (terorisme siber) adalah bentuk dan perang baru. Tapi sekarang, dengan perkembangan teknologi, bentuknya menjadi berbeda dan tidak terlihat,” jelasnya.

Untuk itu, Danto menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk waspada dan memahami bahwa serangan siber tidak selalu bersifat fisik dan berwujud. Serangan siber dalam berbagai bentuk propaganda melalui Internet juga dapat melanggar kedaulatan negara.

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengatasi sisi negatif kemajuan teknologi di dunia siber dan menjadikannya sebagai peluang untuk melangkah menuju Indonesia Emas 2045.

Diantaranya – penegasan jati diri bangsa Indonesia dalam diri masing-masing, integritas dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Tanpa karakter yang kuat dan ketahanan nasional yang baik, perkembangan teknologi ini tentunya tidak akan semulus yang diharapkan,” kata Danto.

Ia juga berharap generasi muda dapat melanjutkan perjalanan negeri ini menuju Indonesia Emas 2045, mendorong dan memobilisasi literasi digital agar dikenal seluruh lapisan masyarakat.

Artikel sebelumyaHeather Lois Mack mengusulkan larangan seumur hidup
Artikel berikutnyaKomnas Perempuan: Banyak insiden pelecehan seksual di kampus yang tidak dilaporkan