Beranda Nusantara Antisipasi La Nina, BPBD Sikka-NTT Bangun Posko Siaga Bencana

Antisipasi La Nina, BPBD Sikka-NTT Bangun Posko Siaga Bencana

Sebuah pos peringatan bencana sekarang sedang dibangun. Jika bencananya masif, kami akan tingkatkan dari siaga menjadi tanggap darurat menjadi bencana alam.

Labuan Bajo, NTT (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, telah membangun Titik Siaga Bencana untuk mengantisipasi ancaman La Nina seperti angin kencang, hujan lebat, dan banjir.

“Sekarang posko yang sedang dibangun adalah posko peringatan bencana alam. Jika bencananya masif, kami akan tingkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat bencana alam,” kata Muhammad Daeng Bakir, Kepala BPBD Kabupaten Sikka, saat dihubungi dari Labuan Bajo, Jumat.

Posko yang dibangun akan beroperasi 24 jam dengan melibatkan kelompok-kelompok dari seluruh kelompok sasaran di pemerintah daerah. Tim tersebut dibagi menjadi tim respon cepat dan tim siaga bencana.

Selain mendirikan posko siaga bencana, pemerintah daerah telah mengirimkan surat kepada seluruh camat yang meminta mereka untuk memantau wilayahnya masing-masing.

Jika terjadi bencana alam di wilayahnya, baik camat, lura, dan kepala desa harus melaporkan kejadian tersebut ke posko dan mengambil tindakan darurat.

Ia juga berharap masyarakat siap menghadapi bencana dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang memicu kejadian yang tidak diinginkan, seperti berada di bawah pohon dan keluar rumah saat angin kencang dan hujan lebat.

Bakir juga menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan pemantauan dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa.

66 desa di wilayah pesisir memiliki indeks risiko bencana yang tinggi, katanya.

Daerah-daerah tersebut telah dipetakan dan diteliti untuk memungkinkan sosialisasi, advokasi dan aktivasi relawan tangguh bencana di desa/Kelurakhani.

Sementara itu, Kabupaten Sikka menempati peringkat ke-59 di Tanah Air sebagai daerah yang berisiko tinggi terhadap bencana alam.

Sementara itu, secara provinsi, Kabupaten Sikka NTT menempati urutan pertama sebagai daerah yang berisiko tinggi terhadap bencana alam.

Kondisi ini disebabkan karena Sikka dikelilingi oleh dua gunung yaitu gunung Rokatenda di wilayah Palue dan gunung Egon di wilayah Waigete yang dapat menyebabkan aliran air berupa banjir, kata Muhammad Daeng Bakir.

Artikel sebelumyaDelapan peserta "Produce 101 Jepang Musim 2" bergabung dengan grup OCPATH
Artikel berikutnyaMati mesin, Basarnas mengevakuasi kapal dinas Kejari ke Wakatobi.