Beranda Nusantara Akibat erupsi di Semeru, tiga menara BTS telekomunikasi rusak.

Akibat erupsi di Semeru, tiga menara BTS telekomunikasi rusak.

ada 10 daerah terdampak di sekitar Semeru

Surabaya (ANTARA) – hanya tiga menara Stasiun pemancar dasar (BTS), milik perusahaan telekomunikasi PT XL Axiata (Tbk), Sabtu sore diterjang letusan Gunung Semeru di Regensi Lumajang, Jawa Timur.

Komunikasi Perusahaan XL Axiata Wilayah TimurIbnu Syahban membenarkan pada Sabtu malam bahwa tiga korban BTS berada di wilayah yang paling dekat dengan lokasi bencana, yakni kawasan Pronodjivo.

“Hanya tiga BTS yang terdampak di Kabupaten Lumajang dan paling dekat dengan lokasi bencana karena tidak ada listrik dan akses jalan yang terbatas,” jelas Ibnu.

Dikatakannya, XL Axiata telah menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan operasional BTS didukung oleh pembangkit.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami juga prihatin dengan erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Sementara itu, manajer koneksi perusahaan Menurut Erwin Kusumavan, 10 situs di Telkomsel Jawa Bali terkena dampak erupsi di kawasan Semeru.

Namun, dia memastikan layanan telepon, pesan singkat, dan data tetap berjalan lancar karena ada tambahan shelter di sekitar Gunung Semeru.

“Telkomsel juga akan terus memantau korban di Semeru untuk memastikan bahwa kami memberikan bantuan CSR kepada masyarakat yang terkena dampak,” katanya.

Erwin pun turut berbela sungkawa kepada para korban erupsi Semeru, semoga seluruh korban dan keluarganya diberi ketabahan untuk menjalani ujian ini.

Sebelumnya, Gunung Semeru yang berada pada ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut meletus disertai guguran awan panas dan hujan lebat dari abu vulkanik di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Cristianto mengatakan, letusan Semeru berupa awan panas guguran diawali dengan longsor lahar pada pukul 13.30 WIB.

“Pada kejadian visual pertama, Gunung Semeru tertutup kabut dan awan panas berjatuhan ke arah Besuk Kobokan. Hingga saat ini kejadian tersebut masih berlangsung,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPanglima TNI siap mengirimkan prajurit untuk membantu letusan Gunung Semeru.
Artikel berikutnyaJalur Lumajang-Malang melalui Picket Zero ditutup total.