Beranda Nusantara 50.680 bibit telah ditanam di Gunung Sumbing untuk konservasi.

50.680 bibit telah ditanam di Gunung Sumbing untuk konservasi.

Penanaman pohon dilakukan di 62 desa dan di enam kecamatan.

Temangung (ANTARA) – Sebuah kawasan di lereng Gunung Sumbing di Regensi Temangung, Jawa Tengah, telah ditanami 50.680 bibit untuk menjaga kelestarian tanah dan air.

Ketua Panitia Deklarasi Gerakan Sumbing Sumbing, Joko Prasetyono di Temanggung, Selasa mengatakan, penanaman pohon di lereng Gunung Sumbing telah dilakukan di 44 titik sungai yang telah dipetakan.

“Penanaman pohon dilakukan di 62 desa dan enam kecamatan,” katanya saat mengawali Gerakan Tanah dan Air Lestari di Desa Wonotirto, Kabupaten Bulu, Kabupaten Temanggung.

Ia menyebutkan bibit yang ditanam yakni pohon beringin, bambu, aren dan buah-buahan. Pohon itu ditanam di hulu dan hilir sungai, di tanah-tanah desa, di pinggir jalan dan di tempat-tempat umum.

“Pohon produktif ditanam di lahan manusia, maupun di lahan kritis atau marginal, sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, 23 organisasi relawan dengan 492 karyawan terlibat dalam pendaratan tersebut. Pendaratan di lereng Sumbing akan dimulai pada minggu keempat Desember 2021 dan harus selesai pada akhir Januari 2022.

Bupati Temanggung M. Al-Hadzik mengatakan, gerakan tersebut dilakukan dengan kesadaran bahwa kerusakan lingkungan di Kabupaten Temangung terjadi begitu cepat, erosi dan degradasi lingkungan terus terjadi, sehingga ada ancaman bencana alam.

“Ancaman dari bencana alam tersebut antara lain banjir, tanah longsor dan kekeringan, karena banyak sumur warga yang mati karena pohon-pohon di daerah tangkapan air menyusut, sehingga peningkatan jumlah tanaman di gunung diperlukan untuk menjaga keberlanjutan daya dukung alam bagi kehidupan. dari seluruh warga Kabupaten Temanggung. Sumbing, Shindoro dan Abu,” ujarnya.

Dia mengatakan, gerakan konservasi dimulai dengan penanaman pohon konservasi di lereng gunung, di hilir sungai, di jurang, di tanah tandus, di hulu sungai, di tanah desa, di jalan antar pemukiman dan di tanah ulayat.

“Pemkab Temanggung mendorong semua relawan untuk menggarap penanaman pohon,” ujarnya.

Artikulli paraprakBMKG: Peran Ilmuwan Strategis dalam Komunikasi Bencana
Artikulli tjetërSukarelawan "Ganas" Surabaya Umumkan Dukungan untuk Capres Eric Tohir