Beranda Warganet 17 kematian COVID-19 tercatat pada hari Minggu

17 kematian COVID-19 tercatat pada hari Minggu

Jakarta (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah kematian harian akibat virus menular itu hingga Minggu (31/10) pukul 12.00 WIB menjadi 17 orang, terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah menurun pada gelombang kedua.

Korban meninggal sebanyak 17 orang itu dilaporkan dari sembilan di 34 provinsi, yakni dari DKI Jakarta satu orang, Jawa Barat satu orang, Jawa Timur tiga orang, Jawa Tengah empat, Banten satu, Bali tiga, Aceh dua, Kalimantan Tengah satu dan Papua Barat satu orang. manusia.

Sementara di provinsi lain tidak ada kematian akibat COVID-19. Dalam penambahan 17 kematian, total 143.405 telah meninggal sejak COVID-19 pertama kali diumumkan di Indonesia.

Sementara itu, jumlah kasus positif terkonfirmasi bertambah sebanyak 523 kasus. DKI Jakarta 113 kasus, Jawa Barat 100 kasus, Jawa Timur 57 kasus, Jawa Tengah 54 kasus dan Banten 28 kasus. Secara total, sejak Maret 2020, jumlah kasus positif terkonfirmasi mencapai 4.244.358 kasus.

Angka kesembuhan bertambah 497 orang menjadi 4.088.635 orang. DKI Jakarta mencatat angka kesembuhan harian tertinggi 78 orang, Jawa Timur 64 orang, Jawa Barat 53 orang, Jawa Tengah 50 orang, dan Kalimantan Barat 31 orang.

Jumlah kasus aktif bertambah sembilan menjadi 12.318 kasus. 202.073 spesimen diperiksa, dan jumlah tersangka sebanyak 5.053 kasus.

Viku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19, mengatakan pihaknya saat ini sedang menyusun strategi untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 selama liburan akhir tahun.

“Pemerintah saat ini sedang menyiapkan strategi lintas sektor/institusi untuk mengantisipasi peningkatan kasus menjelang libur akhir tahun,” ujarnya.

Vicu mengatakan strategi itu harus disiapkan sedini mungkin untuk mengurangi kemungkinan lonjakan selama musim liburan. Pasalnya, liburan di akhir tahun akan meningkatkan mobilitas masyarakat, misalnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Dikhawatirkan lonjakan jumlah kasus, misalnya saat liburan akhir tahun 2020, akan terulang kembali.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi, seperti memastikan kegiatan tetap santai, namun diikuti dengan pengawasan lokal yang ketat. Pemerintah kemudian akan meningkatkan tingkat vaksinasi untuk orang tua, terutama di wilayah metropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi pada anak-anak agar kekebalan mereka tumbuh selama liburan Natal dan Tahun Baru.

“Strategi yang dipilih diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan yang efektif dan komprehensif dengan mengedepankan prinsip-prinsip tersebut,” kata Vicu.

Artikel sebelumyaHofif Value Watchers Termasuk Di Antara 500 Wanita Muslimah Inspiring Women
Artikel berikutnya119,66 juta orang menerima dosis pertama vaksin