Beranda Warganet 11 Warga Maluku Tenggara Meninggal Karena COVID-19

11 Warga Maluku Tenggara Meninggal Karena COVID-19

Di ibu kota kabupaten, Kota Langgur, sudah menjadi zona merah COVID-19 di beberapa tempat.

Maluku, Maluku (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tenggara (Maluku), Provinsi Maluku, menyebutkan satu orang lagi meninggal dunia sehingga total kematian di wilayah tersebut menjadi 11 orang.

“Benar, salah satu warga kami meninggal pada Jumat (7/9). Ia sendiri merupakan pasien yang menjalani perawatan di RS Karelia karena terinfeksi virus COVID-19,” kata juru bicara gugus tugas COVID-19 Malra. , Dr. Katrinje Notanubun, di Langgur, Sabtu.

Dia menjelaskan, pasien yang meninggal itu tinggal di Langgur. Ohoibun, tepatnya. Secara keseluruhan, sejak Maret 2020 hingga saat ini, Malrah telah melaporkan 301 kasus terkonfirmasi COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 234 telah sembuh, 11 meninggal, dan sisanya masih menjalani perawatan. Menurut dia, informasi terbaru jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSUD Karel Sadsyutubun sebanyak 26 orang.

“Ada 20 warga dari Malrah dan enam dari Kota Tual,” katanya.

Selain itu, sekitar 11 pasien COVID-19 juga diisolasi di fasilitas karantina terpusat di Puskesmas Ngilngoff, yang meliputi 10 warga Malrah dan seorang warga Tual. “Sementara 26 warga menjalani isolasi mandiri,” katanya.

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan 5M, serta mengikuti anjuran pemerintah dan melakukan vaksinasi untuk menghindari COVID-19.

Menurut Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Malra Regensi saat ini berada di zona kuning penularan COVID-19.

Namun, Bupati Malrah M. Taher Hunubun mengatakan kepada ANTARA bahwa ibu kota kabupaten, Langgur, berada di zona merah COVID-19.

Oleh karena itu, Bupati mengamanatkan pendirian posko tanggap darurat COVID-19 di setiap desa (desa) Ohoi di wilayah tersebut, seiring dengan peningkatan kasus di wilayah pesisir Provinsi Maluku.

“Semuanya tinggal dikoordinasikan Kamat dan Ketua Ohoi salah satunya mengecek orang-orang yang datang dari luar daerah atau dari daerah yang sekarang menjadi zona merah di daerah kita, sehingga harus ada posko pemeriksaan COVID-19 di setiap Ohoi.” , – kata M.

Artikel sebelumyaGubernur Sumut: Pusat Penantian Darurat PMKM Medan
Artikel berikutnyaMoeldoko mengajak masyarakat bersatu padu melawan COVID-19